Jumat, 03 Mei 2013

Pendidikan Indonesia, Perlu Pembenahan Menyeluruh



Dalam kegiatan belajar mengajar kita tidak serta merta atau melakukan proses pengajaran begitu saja tanpa mengetahui dasar pedoman atau pegangannya. Sebab ketika mengajar seorang guru harus punya dasar sebagai pegangan, salah satunya adalah kurikulum. Kurikulum merupakan pedoman dasar proses pembelajaran yang memuat isi dan materi pelajaran sebagai rencana pembelajaran. Serta sebagai pengalaman belajar. Kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan keadaan sekolah yang bersangkutan. Tetapi pengembangan tersebut harus mematuhi beberapa tata cara pengembangannya, diantaranya landasan pengembangan, komponen pengembangan, serta prinsip pengembangan. Itulah yang menjadi tolak ukur kita dalam melakukan pengembangan kurikulum serta dalam melakukan proses belajar mengajar.
Kementrian pendidikan Indonesia saat ini sudah merancang kurikulum baru untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Kurikulum yang rencananya akan mulai diberlakukan pada tanggal 18 Juli 2013 ini disusun untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya yang dianggap kacau.
Kerangka dasar kurikulum 2013 ini terdiri dari beberapa rancangan yang apik, mulai dari disiapkannya tenaga kependidikan yang profesional serta materi pendidikan yang semakin memadai. Sistem pendidikannya pun akan dirancang agar lebih baik, setiap sekolah diharapkan dapat belajar tidak hanya dengan cara manual saja tetapi mereka bisa menggunakan sistem berbasis IT.
Kurikulum 2013 dirancang secara rapi dengan pemikiran yang panjang dari berbagai ahli pendidikan. Yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Tetapi sudahkah seluruh sekolah siap dengan sistem ini?
Pada kenyataanya masih banyak sekolah didaerah terpencil yang jauh dari kelayakan. Jangankan penggunaan sistem IT, tenaga kependidikan yang profesional dan sarana prasana pendidikan pun belum terpenuhi.
Dengan melihat pada kenyataan yang seperti itu, sepertinya kurikulum yang baru akan sulit dilakukan secara merata. Lagipula pemerintah seharusnya jangan saja membenahi mengenai kurikulum dan semacamnya. Karena ketika menteri pendidikan dan seluruh pengurus yang lain sibuk memikirkan tentang kurikulum yang baru. Di tempat lain masih banyak anak-anak yang sibuk memikirkan bagaimana caranya untuk sampai ke sekolah karena transportasi dan infrastruktur yang kurang memadai. Ketika pemerintah sibuk membenahi sistem pengajaran, masih ada orang tua yang tidak bisa tidur memikirkan biaya sekolah anaknya. Masih ada sekolah-sekolah yang bingung memikirkan ruang kelas yang hampir roboh.
Kurikulum yang kurang sempurna dan sistem yang sedikit kurang memadai memang harus dibenahi. Namun, di samping itu pemerintah juga harus memikirkan rakyat-rakyat kecil yang bahkan tidak pernah tersentuh dengan pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar